Banjir Bedadung Rendam Ratusan Rumah di Jember Lor, Warga Bangun Dapur Umum dan Bersihkan Sumur
- Dec 15, 2025
- Istono Genjur Arisjanto
KIM SWARA JELO – Hujan deras yang mengguyur Jember sejak Senin, 15 Desember 2025, menyebabkan Sungai Bedadung dan Rembangan meluap. Banjir melanda Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, merendam puluhan rumah, merusak fasilitas umum, dan mencemari sumber air bersih. Data dari Destana Jember Lor mencatat 424 jiwa terdampak, tersebar di RW 24, RW 25, RW 10, RW 9, RW 20, dan RW 18.
RW 25 menjadi titik terparah. Di RT 1, RT 2, dan RT 4, air setinggi satu meter masuk ke rumah warga. Tiga rumah mengalami kerusakan pondasi, termasuk milik Bapak Slamet Ganefo dan Bapak Hasan. Di RT 04 RW 024, rumah Bapak Arik mengalami longsor sepanjang 15 meter, tembok musholla dan dapur jebol, sebagian bangunan hanyut.
Fasilitas umum juga terdampak. Musholla Al Ikhlas di RT 02 RW 14, Lingkungan Tegal Rejo, nyaris roboh. Pondasinya tergerus, plengsengan di sisi sungai hanyut, dan lantai menggantung akibat tanah terkikis. Di Pagah, dapur produksi tempe milik Bapak Jumbriyadi ambles ke sungai, menghancurkan kamar mandi dan menyebabkan kerugian bahan baku hingga 200 kg kedelai. Properti usaha seperti gerobak, gazebo, meja, dan kursi juga hanyut.
Luapan DAS Rembangan turut merendam rumah di RT 03 RW 11 dan RW 09 Krajan, dihuni lima KK, dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Warga melakukan evakuasi mandiri dan memutus aliran listrik untuk mencegah bahaya. Koordinasi dengan RT/RW dan pelaporan ke BPBD Jember telah dilakukan.
Sebagai respons cepat, warga bersama Destana Jelo, Tagana Jelo, Dinas Sosial Jember, dan Babinsa membagikan paket sembako dan mendirikan dapur umum mandiri. “Yang penting warga bisa makan. Banyak dapur warga belum bisa digunakan,” ujar Tommy, relawan Tagana.
Krisis air bersih juga menjadi perhatian. Sumur milik warga di RT 02 RW 025 tercemar lumpur. Enam rumah dengan 21 jiwa terdampak langsung. Pada Kamis, 18 Desember 2025, dilakukan normalisasi sumur secara gotong royong oleh warga, Destana Jelo, Tagana Jelo, dan Tim WASH PMI Jember. Imam Muslim memimpin lima personel PMI untuk menguras empat sumur, dua di antaranya dalam kondisi berat.
Warga berharap dukungan untuk pemulihan mandiri dan sistematis terus mengalir dari kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, BPBD Jember, dan Pemkab Jember. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pemulihan pasca-banjir di Jember Lor.