KPJ dan KIM Bahas Terapi Seni, Siap Kolaborasi Lintas Komunitas di Jember Lor

  • Dec 02, 2025
  • Istono Genjur Arisjanto

 

KIM SWARA JELO — Forum diskusi bertema “Ketika Kuas dan Pikiran Berkolaborasi” sukses digelar di Gedung Jember Nusantara. Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)—Swara Jelo, Jeki, dan Sumbersari—bekerja sama dengan Komunitas Perupa Jember (KPJ), serta menghadirkan dua narasumber utama: Bayu Pramudyawardani, praktisi art therapy, dan Widyanti Wulansari, mahasiswa bimbingan konseling yang mendalami neuroscience.

Forum ini membahas keterkaitan antara seni dan kesehatan mental. Ibu Wulan menjelaskan bahwa aktivitas menggambar mampu mengaktifkan jaringan saraf otak yang berperan dalam pengelolaan emosi dan konsentrasi. Sementara itu, Ibu Bayu menekankan bahwa terapi seni bukan soal hasil, melainkan proses ekspresi yang aman dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak dan individu dengan trauma.

KPJ, komunitas seni rupa lintas generasi di Jember, turut aktif dalam diskusi. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana seni menjadi ruang kritik sosial dan solidaritas, seperti melalui kegiatan “Melukis Bersama untuk Merawat Sejarah” di Kencong. Melalui salah satu anggota KPJ, FN Murti, bahwa secara garis besar para perupa Jember  juga menyoroti dan  pentingnya ruang ekspresi yang inklusif dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan.

Sebagai tindak lanjut, KPJ, KIM, penggiat art therapy, serta komunitas UMKM di Jember Lor akan menggelar kolaborasi lanjutan pada Desember ini. Kegiatan tersebut akan menggabungkan seni, terapi, dan pemberdayaan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian aksi komunitas.

Ketua KIM Swara Jelo, Istono Genjur, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini menjadi awal dari gerakan bersama yang menguatkan kesehatan mental dan kreativitas warga. “Seni bukan hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dirasakan dan dijadikan alat pemulihan,” ujarnya.

Tim Redaksi KIM Swara Jelo, Jember Lor