Penanganan Rumpun Bambu Sungai Bedadung  

  • Mar 31, 2026
  • Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor - Red IAS
  • Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Bagaimana tim PU SDA Jatim bersama Destana, Tagana, dan warga RW 25 Jelo bahu‑membahu melawan derasnya arus Sungai Bedadung? Apa strategi mereka agar bambu yang hanyut tidak berubah menjadi ancaman banjir?  

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR -Cuaca ekstrem yang melanda Jember pada Sabtu, 28 Maret 2026 menyebabkan hanyutnya rumpun bambu besar (barongan) di aliran Sungai Bedadung. Material alami ini tersangkut di beberapa titik, termasuk aliran sungai bedadung, sehingga menimbulkan risiko luapan air ke permukiman sekitar.  

Identifikasi Awal  
Berdasar laporan warga, Korling Wetan Kantor serta dari kelurahan Jember Lor, Tim Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur dan petugas dari UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang segera melakukan survei lokasi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sumbatan bambu berpotensi menciptakan “bendung alami” yang meningkatkan tekanan air ke bantaran sungai di sekitar RW 24 dan RW 25 Jelo Jember Lor, Kecamatan Patrang.  

Penanganan Lapangan pada Selasa, 31 Maret 2026  
Kegiatan pembersihan dilakukan secara intensif pada 31 Maret 2026.  
- Pukul 08.00 – 09.30 WIB: Mobilisasi personil dan alat. Tim berseragam kuning‑hitam bertuliskan “PU SDA PROVINSI JAWA TIMUR” yang merupakan tim dari UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang tiba di lokasi.  
- Pukul 09.45 WIB: Persiapan chainsaw, pengecekan bahan bakar, dan ketajaman rantai gergaji.  
- Pukul 10.00 WIB – selesai:  
  - Petugas masuk ke aliran sungai untuk memotong bambu menjadi bagian kecil.  
  - Potongan bambu ditarik ke tepian agar tidak hanyut kembali.  
  - Koordinasi lapangan dilakukan dengan ketat mengingat arus sungai cukup deras.  

Dukungan Warga dan Relawan  
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan tim PU SDA, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Destana Jelo dan Tagana Jelo, serta korling Wetan Kantor dan Kelurahan Jember Lor. Relawan lokal membantu menarik potongan bambu ke daratan serta menjaga kelancaran kerja bakti.

Koordinator lingkungan Wetan Kantor, Bu Husnul, bersama pengurus RW 25 Wetan Kantor, bertindak sebagai tim safety. Mereka memastikan keselamatan warga dan relawan, sekaligus mengatur jalur evakuasi jika terjadi kondisi darurat.  

Sungai Bedadung adalah urat nadi bagi Jember. Jika sumbatan bambu tidak segera ditangani, risiko luapan air ke pemukiman sangat tinggi. Penanganan pada 31 Maret ini menjadi langkah preventif yang berharga untuk menghindari bencana di masa puncak hujan mendatang mengingat bulan Maret/April ini sudah memasuki musim kemarau 2026.  

Sinergi antara Dinas PU SDA Jatim dan UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang sebagai garda teknis, dengan dukungan Destana, Tagana, serta pengurus lingkungan RW 25 Wetan Kantor Jelo, menunjukkan kekuatan gotong royong dalam mitigasi bencana. Penanganan rumpun bambu hanyut ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu menjaga keselamatan warga Jember, terutama di sepanjang alirang sungai di Jember Lor dari ancaman banjir.