Plengsengan Sungai Ambrol di Jember Lor, Warga dan Relawan Bergerak Cepat
- Feb 15, 2026
- Tim Reportase Swara Jelo - Redaksi Istono IAS
- Destana Tagana Jelo
Plengsengan Sungai Ambrol di Jember Lor, Warga dan Relawan Bergerak Cepat
KIM SWARA JELO—15 Februari 2026, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada tanggal 12 Februari 2026 telah memicu kerusakan infrastruktur yang cukup serius di wilayah Kelurahan Jember Lor akibat debit besar sungai Rembangan.
Plengsengan sungai yang berlokasi di Jalan Belimbing Timur, RT 001 RW 016, Lingkungan Pagah, Kecamatan Patrang, dilaporkan ambrol dengan panjang kerusakan mencapai 12 meter. Kondisi ini diperparah dengan tanah di sekitar lokasi yang ikut terkikis, sehingga menciptakan risiko longsor susulan mengingat letaknya yang berada tepat di belakang permukiman padat penduduk.
Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa ini pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Anwar pada Sabtu, 13 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.
Menyadari adanya potensi bahaya, temuan tersebut segera dilaporkan kepada Bambang selaku Ketua RT 001 dan Edi Wijaya selaku Ketua RW 016. Laporan ini kemudian diteruskan secara berjenjang kepada pihak kelurahan hingga mencapai Bupati Jember sebagai bagian dari prosedur pelaporan pasca bencana resmi.
Sebagai langkah antisipasi, pengurus lingkungan setempat bersama tim DESTANA Jember Lor, TAGANA Jember Lor, serta sejumlah relawan bencana segera turun ke lokasi untuk melakukan proses identifikasi. Tim melakukan asesmen awal yang mencakup dokumentasi kerusakan serta pengamatan menyeluruh terhadap stabilitas tanah di sekitar tebing sungai. Dalam laporan yang disusun oleh relawan dari DESTANA TAGANA Jelo, teridentifikasi bahwa penyebab utama ambrolnya plengsengan ini adalah kombinasi antara curah hujan yang sangat tinggi dan kuatnya limpasan air dari Sungai Rembangan.
Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, koordinasi lanjutan antara warga dan tim relawan terus diperkuat guna memitigasi dampak yang lebih luas. Tim gabungan telah mengeluarkan rekomendasi agar Dinas SDA Pengairan Jember dan BPBD Jember segera melakukan penanganan teknis untuk memperbaiki struktur plengsengan yang rusak.
Selain itu, koordinasi intensif dengan Kelurahan Jember Lor tetap dijaga guna memastikan langkah-langkah darurat dapat diambil jika cuaca kembali memburuk.
Respons cepat yang melibatkan warga, pengurus RT/RW, DESTANA, hingga TAGANA ini menunjukkan solidnya semangat gotong royong dalam penanggulangan bencana di tingkat akar rumput.
Meski saat ini situasi masih dalam pemantauan, langkah identifikasi dini dan pelaporan yang sistematis diharapkan dapat mempercepat intervensi dari pemerintah daerah guna menjamin keselamatan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.