SOSIALISASI PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN DEKOMPOSTER SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI JELO
- Jun 26, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
- Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Jurnal dan Kompilasi Sosialisasi Dekomposter Rumah Tangga di Kampung Jelo Kelurahan Jember Lor
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR — Gerakan pengelolaan sampah organik rumah tangga di Kelurahan Jember Lor semakin nyata dengan rangkaian sosialisasi sistem dekomposter bak tumpuk 20 liter. Kegiatan ini digerakkan oleh komunitas Jelo bersama anggota TP PKK Jelo, Destana Jelo, KUB Surema, Jelo Urban Verdant Collective (JUVC), serta pengurus lingkungan RW dan PKK RW se‑Jelo.
Sejak awal Juni, sosialisasi dilakukan langsung di rumah warga, musholla, masjid, hingga balai RW. Warga diajak praktik memilah sampah dapur, memasukkannya ke komposter, dan memanfaatkan hasil olahan sebagai pupuk cair maupun kompos padat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif di setiap titik kunjungan.
Rangkaian Sosialisasi di Lingkungan RW
Kegiatan sudah terlaksana di sejumlah RW, antara lain RW 13, RW 11, RW 19, RW 23, RW 12, RW 14, RW 08, RW 17, RW 25, dan besok adalah RW 26 pada Sabtu, 27 Juni 2026 adalah agenda terakhir bulan Juni.
Setiap kunjungan menghadirkan praktik langsung penggunaan komposter, penjelasan tentang agen hayati Sumber Urup 1.0, serta diskusi ringan mengenai manfaat pemilahan sampah dari dapur rumah tangga serta pengenalan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah rumah tangga dengan pembentukan kelompok usaha pengelolaan di tingkat tapak warga.
Agenda bulan Juli pun sudah tersusun rapi: mulai dari RW 01 pada 3 Juli, RW 03 dan RW 20 pada 4 Juli, RW 24 pada 5 Juli, RW 06 pada 6 Juli, RW 18 pada 7 Juli, RW 21 & 22 pada 8 Juli, RW 17 pada 9 Juli, RW 02 pada 10 Juli, RW 05 pada 11 Juli, hingga RW 16 pada 12 Juli. Jadwal ini menunjukkan komitmen warga Jelo untuk memastikan seluruh RW mendapat kesempatan belajar dan praktik pengelolaan sampah organik.
Sosialisasi Insidentil dengan Pihak Luar Jelo
Selain kegiatan rutin di lingkungan RW, sosialisasi juga berlangsung secara insidentil dengan pihak luar sebagai respon baik atas inisiatif pengelolaan dan pengolahan sampah mandiri di Jelo.
Pada 20 Juni, tim komunitas Jelo berkolaborasi dengan Komunitas Informasi Masyarakat (Kominfo Jember) di Balai Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah. Kegiatan ini memperluas jangkauan edukasi, sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan pengelolaan sampah organik bisa menjadi model bagi desa lain.
Kemudian pada 22 Juni, tim media Wadul Gus E Bupati Jember yang diwakili oleh Ning Niha hadir di RW 25 Wetan Kantor Jelo. Mereka mendokumentasikan praktik pengelolaan sampah organik, melihat langsung Bank Sampah Ciliwung Asri, serta berbincang dengan warga dan pengurus lingkungan. Kehadiran media ini menjadi pengakuan atas kerja nyata warga Jelo dalam membangun ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Sosialisasi dekomposter bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan gerakan budaya baru, mulai memilah dari sumber, pilah di dapur, olah di rumah, manfaatkan kembali. Dengan dukungan anggota PKK, Destana, Karang Taruna, UMKM, dan pengurus RW/RT, warga Jelo membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa lahir dari gotong royong.
Gerakan ini diharapkan menjadi kunci menuju Jelo Zero Waste 2026, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular melalui pemanfaatan hasil olahan sampah organik.

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR
Dump Honjuk!
Ikuti kabar komunitas di: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | TikTok: @swara.jelo.kim.id | YouTube: Swara Jelo Jember Lor