SOSIALISASI UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI DI KRAJAN RW 11 JELO
- Jun 10, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
- Kegiatan Jelo

Sosialisasi aksi di Krajan ini, membuka jalan bagi replikasi di RW lain, terutama kawasan rawan bantaran sungai. Keberlanjutan akan dijaga lewat pendampingan teknis, monitoring, dan jejaring Swara Jelo KIM ID untuk berbagi pengalaman.
SWARA JELO KIM ID — Sore itu, suasana Krajan terasa hangat, tawa, obrolan, dan kesederhanaan mengisi udara sore itu. Pada Selasa, 9 Juni 2026, warga dan PKK RW 11 Kampung Krajan berkumpul di Jl. Belimbing Barat Gg. 1 No.11 untuk mengikuti Pelatihan Praktik Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Organik Bak Tumpuk 20 Liter — sebuah langkah kecil yang sarat makna dalam menghadapi darurat sampah perkotaan.
Kolaborasi yang Menyentuh Tapak Warga
Pelatihan ini lahir dari kolaborasi PKK RW 11, Wrasana Bumi Gathayu (WBG) dan Jelo Urban Verdant Collective (JUVC), Bank Sampah Gatotkaca RW 7 bersama Swara Jelo KIM ID sebagai dukungan jejaring Kelompok Informasi Masyarakat. Bukan sekadar ceramah, kegiatan dirancang untuk praktik langsung seperti merakit bak tumpuk dari ember modifikasi, memasang saringan dan kran, serta membuat starter dekomposer lokal. Model ini dipilih karena hemat tempat, mudah ditempatkan di sudut dapur atau gang sempit, dan cocok untuk pemukiman urban seperti Jelo.
Mengubah Limbah Jadi Aset
Inti pelatihan adalah menggeser paradigma bahwa sampah organik bukan beban, melainkan sumber daya. Peserta diajak memahami teknik sandwiching, pengaturan aerasi, dan panen dua produk bernilai—kompos padat dan Pupuk Organik Cair (POC). Praktik sederhana ini memberi hasil nyata: sisa sayur dan kulit buah yang biasanya dibuang, kini diproses menjadi pupuk untuk pekarangan atau tanaman komunitas.
Perempuan sebagai Motor Perubahan
Kehadiran belasan kader perempuan menegaskan peran ibu-ibu sebagai ujung tombak pengelolaan sampah rumah tangga. Mereka bukan hanya belajar merakit alat, tetapi juga menyusun rutinitas pemilahan, jadwal pengosongan, dan pembagian tugas antar-tetangga. Semangat gotong royong terlihat jelas saat kelompok saling membantu merangkai unit bak tumpuk dan mencatat langkah perawatan.
Bukti Siap Bergerak
Foto-foto dokumentasi menampilkan warga berpose kompak sambil mengacungkan salam tiga jari—simbol 3R, Reduce, Reuse, Recycle—serta poster panduan teknis yang dibentangkan sebagai pegangan praktik. Dari kegiatan ini muncul capaian nyata, minimal dua unit ember tumpuk terakit, pemahaman teknis tentang pembuatan starter mikroba lokal sebagai biang komposter, dan komitmen warga untuk menerapkan pemilahan dari dapur dan pengolahan organik di tingkat rumah tangga.
Inspirasi untuk Jember Lor
Langkah RW 11 Krajan bukan sekadar solusi lokal, nun ia menjadi contoh bagaimana tindakan sederhana bisa menular. Ketika komunikasi program lingkungan disampaikan dengan bahasa praktis dan diikuti pelatihan langsung, warga lebih mudah menerima dan menjalankan. Seperti yang sering disampaikan dalam kegiatan Swara Jelo “Dari ember tumpuk di dapur hingga buku tabungan di Bank Sampah, setiap tindakan kecil menumpuk menjadi kemandirian lingkungan.”
Menatap Ke Depan
Sosialisasi aksi di Krajan ini, membuka jalan bagi replikasi di RW lain, terutama kawasan rawan bantaran sungai. Keberlanjutan akan dijaga lewat pendampingan teknis, monitoring, dan jejaring Swara Jelo KIM ID untuk berbagi pengalaman. Jika semangat ini terus dipupuk, darurat sampah bisa berubah menjadi momentum kebangkitan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya.
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR
Dump Honjuk!
Ikuti kabar komunitas di: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | TikTok: @swara.jelo.kim.id | YouTube: Swara Jelo Jember Lor