PELATIHAN DAN PRAKTEK PENGOLAHAN SERTA PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA BS CILIWUNG ASRI RW 25 JELO KELURAHAN JEMBER LOR
- Jun 08, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo Kelurahan Jember Lor
- Kegiatan Jelo, Komunitas Jelo

Sebuah langkah nyata warga Jelo membangun kemandirian pengelolaan sampah urban dan menjaga kelestarian lingkungan serta membangun ekonomi sirkular di Jelo kelurahan Jember Lor, mulai dari dapur dan halaman rumah sendiri.
SWARA JELO KIM ID —Minggu pagi yang cerah pada tanggal 7 Juni 2026 di Bank Sampah Ciliwung Asri RW 25 Wetan Kantor Jelo diwarnai dengan antusiasme warga yang berkumpul. Duduk guyub beralaskan tikar ungu dan hijau, warga—yang sebagian besar adalah ibu-ibu—tampak santai namun fokus mendengarkan pemaparan materi pengolahan dan pengelolaan sampah organik rumah tangga sambil sesekali menikmati hidangan sederhana berupa gorengan, kopi dan teh.
Momen kebersamaan ini merupakan bagian dari Sesi pelatihan pengelolaan sampah organik rumah tangga berkelanjutan yang difasilitasi oleh Jelo Urban Verdant Collective.
Suasana pertemuan terasa sangat interaktif. Saat Bagus Hadi Cahyono, fasilitator dan pemateri dari Jelo Urban Verdant Collective tampak memegang komposter ember tumpuk berwarna ungu berkapasitas 20 liter, menjelaskan secara runut fungsi dari setiap komponennya. Ia dengan cermat memperagakan bagian penutup atau saringan ember. Inilah wujud teknologi sederhana tepat guna yang dirancang khusus untuk area permukiman yang padat dengan banyak gang kecil serta padat di wilayah Jelo.
Teknologi tepat guna dengan menggunakan metode dua tingkat yang semi kedap ini dan dilengkapi respirator biofilter untuk memastikan proses pengomposan berjalan bebas dari polusi gas dan bau tak sedap. Ibu-ibu peserta memperhatikan dengan saksama, bahkan beberapa di antaranya dengan tekun mencatat detail langkah perawatan di buku catatan kecil yang mereka pangku.
Satu jam berselang setelah pemberian materi pengetahuan tentang pengelolaan dan pengolahan sampah organik rumah tangga, kegiatan beralih pada sesi praktik langsung. Perhatian kini tertuju pada komposter ember tumpuk berwarna hijau. Warga bersama-sama mempraktikkan "teknik sandwich" atau membuat pelapisan antara karbon aktif dan sampah organik yang menjadi kunci sukses pengomposan organik.
Proses ini dimulai dengan menyemprotkan cairan dekomposer—yang bisa dibuat mandiri dari campuran MOL serat nabati (mikroorganisme lokal) rumen sumber urip 1, air cucian beras dan molase—ke atas lapisan dasar media karbon aktif berupa arang di dalam ember.
Setelah media dasar disiapkan, peserta yang mengenakan pelindung sarung tangan karet berwarna biru dengan cekatan mengambil cacahan sampah organik segar berupa sisa sayuran hijau dari dalam kantong plastik. Sampah rumah tangga tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ember hijau untuk dilapis kembali dengan arang.
Antusiasme warga tergambar jelas saat beberapa dari mereka dengan sigap mengeluarkan ponsel cerdas untuk merekam tahapan praktik ini.
Rangkaian kegiatan yang membumi ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah nyata warga Jelo membangun kemandirian pengelolaan sampah urban dan menjaga kelestarian lingkungan serta membangun ekonomi sirkular di lingkungan Jelo kelurahan Jember Lor, mulai dari dapur dan halaman rumah sendiri.