Aksi Berlanjut, Penanganan Rumpun Bambu di DAS Bedadung Hari Kedua  

  • Apr 01, 2026
  • Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor - Red IAS
  • Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Suasana di bantaran Sungai Bedadung pagi ini penuh semangat. Deru gergaji mesin berpadu dengan riuh koordinasi lapangan, ketika petugas dari UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang berjibaku melawan arus kecokelatan untuk mengurai barongan bambu besar di sungai Bedadung wilayah RW 25 Wetan Kantor.

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR – Setelah aksi pembersihan pada Selasa, 31 Maret 2026, kegiatan normalisasi aliran Sungai Bedadung berlanjut pada Rabu, 1 April 2026. Fokus utama hari kedua ini adalah mengevakuasi rumpun bambu besar yang masih menyumbat aliran di wilayah RW 25 Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor.  

Lanjutan dari Hari Pertama
Pada 31 Maret, tim PU SDA Provinsi Jawa Timur bersama Destana dan Tagana Jelo berhasil memotong sebagian bambu yang tersangkut. Namun, kondisi material yang padat membuat pekerjaan harus dilanjutkan. Hari kedua menjadi momentum penting untuk memastikan aliran sungai benar-benar kembali normal.  

Detail Kegiatan Hari Kedua
- Sinergi Personel: Petugas dari UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang, turun langsung ke sungai. Dengan seragam biru-hitam khas dinas, mereka membagi tugas antara tim yang masuk ke aliran air dan tim yang memantau dari bantaran.  
- Penggunaan Alat: Chainsaw digunakan untuk memotong batang bambu besar, sementara sabit dan tali dipakai untuk menarik material ke tepian.  
- Kondisi Material: Rumpun bambu yang menumpuk membentuk semacam “pulau” di tengah sungai. Jika dibiarkan, sumbatan ini berpotensi menghambat laju air dan memicu luapan ke pemukiman.  
- Koordinasi Wilayah: Kegiatan berlangsung di sekitar Jl. Citarum, Patrang, dengan koordinasi intensif bersama tokoh masyarakat setempat untuk memastikan akses dan pembuangan material berjalan lancar.  

Kegiatan hari kedua ini menegaskan komitmen berkelanjutan untuk menjaga kelancaran DAS Bedadung. Sinergi antara UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang, Destana Jelo, Tagana Jelo, serta pengurus lingkungan RW 25 Wetan Kantor menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi masyarakat.  

Langkah preventif ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong dan koordinasi lintas lembaga mampu menjaga keamanan dan kenyamanan warga Jember Lor di sepanjang aliran Sungai Bedadung.