MENJEMPUT KEMANDIRIAN DARI BALAI RW 013 TEGALREJO JELO JEMBER LOR
- May 25, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
- Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo

Catatan Rembug Warga RW 013 Jember Lor Hadapi Darurat Sampah 2026
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR – Malam itu, Balai RW 013 Lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Jember Lor, berubah menjadi ruang rembug penuh semangat. Minggu Malam 24 Mei 2026, Pukul 19.00 WIB, puluhan warga berkumpul: pengurus RW, ketua RT, hingga kader PKK. Undangan Ketua RW 013, Agus Gunawan, jelas dan mendesak: Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Sampah.
Darurat ini bukan sekadar istilah. Sejak 1 Mei 2026, Surat Edaran Bupati Jember Muhammad Fawait menghentikan layanan angkut sampah tertentu dan mewajibkan pengelolaan mandiri. Bagi RW 013 yang dipenuhi gang sempit dan berbatasan sungai, kebijakan ini adalah alarm keras. Namun, alih-alih panik, warga menjawab dengan optimisme: merancang cetak biru aksi nyata menuju kemandirian sampah.
Strategi Hulu ke Hilir, Tiga Pilar Penting
Agus Gunawan menegaskan pola lama “kumpul-angkut-buang” tak lagi relevan. Warga sepakat membagi pengelolaan sampah menjadi tiga pilar:
1. Sampah Organik Rumah Tangga – Selesai di Dapur Sendiri
Warga diperkenalkan teknologi komposter hemat lahan dan bebas bau lewat kolaborasi dengan JELO Urban Verdant Collective bersama Swara Jelo KIM ID. Sistem Ember Tumpuk jadi pilihan utama: ember atas menampung sampah dapur, ember bawah menampung cairan lindi yang bisa dipanen jadi pupuk cair. Biofilter dari arang sekam menjaga agar tetap bebas bau. Ibu-ibu PKK dilatih membuat dekomposer mandiri dengan bahan murah seperti air cucian beras atau nasi basi berjamur. Biaya rendah per unit dianggap investasi ekonomis yang logis untuk diterapkan di Jelo. Untuk gang sempit, opsi komunal berupa drum 150–200 liter disiapkan bagi 3–5 keluarga.
2. Sampah Non-Organik – Maksimal di Bank Sampah Lingkungan
Botol plastik, kertas, dan logam ditabung di Bank Sampah. Setiap akhir pekan, kader PKK dan pengurus RT menimbang dan mencatat. Hasil tabungan bisa jadi kas RT/RW, kegiatan sosial, atau tabungan warga. Dampaknya ganda: volume sampah berkurang, ekonomi warga bertambah.
3. Sampah Residu & B3 – Penanganan Khusus
Sampah residu dan B3 seperti baterai bekas dipisahkan sejak dari rumah. RW menyiapkan wadah khusus sebelum diserahkan ke pihak berizin, memastikan tidak ada zat berbahaya mencemari tanah atau sungai.
Menuju RW 013 Jelo Mandiri Sampah
Rembug warga menghasilkan rencana aksi sebulan ke depan seperti sosialisasi komitmen bersama, pembentukan pengelola Bank Sampah warga RW 13, penandatanganan MoU kesiapan memilah sampah, dan penentuan titik komposter komunal. Kader RW 013 juga akan mengikuti workshop perakitan alat dan kultur bakteri.
Inspirasi dari Pinggir Sungai
Pertemuan hangat itu menutup malam dengan keyakinan baru. Darurat sampah perkotaan justru melahirkan kultur gotong royong modern, higienis, dan berwawasan lingkungan. Dengan pengolahan organik di dapur, optimalisasi Bank Sampah, dan penanganan residu bertanggung jawab, RW 013 siap membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan hambatan. Dari Balai RW, lahir inspirasi menuju Jember Lor yang asri dan mandiri.
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR
Dump Honjuk!
Ikuti kabar komunitas di: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | TikTok: @swara.jelo.kim.id | YouTube: Swara Jelo Jember Lor