JEJAK KH. ACHMAD SIDDIQ, GUS MIEK DAN PONPES AL GHOFILIN LEWAT TPQ KE 7 DURENAN WETAN KANTOR JELO JEMBER

  • May 17, 2026
  • Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
  • Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Cahaya Qur’ani dari Kampung Durenan, Milad ke-2 & Wisuda ke-1 TPQ Al-Ghofilin 7

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR – Sabtu malam, 16 Mei 2026, Masjid Nurul Jannah Kampung Durenan menjadi ruang penuh kehangatan, syukur, dan haru. Acara Milad ke-2 sekaligus Wisuda ke-1 TPQ 7 Al-Ghofilin bukan hanya perayaan, tetapi momentum yang memperlihatkan bagaimana sebuah kampung bisa melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter, kreatif, dan penuh cahaya.

Sejarah dan Latar Belakang

TPQ Al-Ghofilin Jember berdiri di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam dan Pondok Pesantren Al-Ghofilin Talangsari. Jejaknya tak lepas dari KH. Achmad Siddiq, ulama kharismatik NU asal Jember, serta amanat Gus Miek pada 1980-an untuk menjadikan Talangsari sebagai pusat syiar Islam. Kini, kiprah TPQ dipimpin oleh KH. Baiquni Purnomo (Gus Baiqun) bersama Gus Jaddin, dengan filosofi inklusif, pendidikan Qur’ani terbuka untuk semua lapisan masyarakat.

Tausyiah Gus Hisyam Rifqie, Hidup Itu Menyala

Dalam tausyiahnya, Gus Hisyam Rifqie menekankan filosofi tema “Urip iku Urup / Migunani tumrape Liyan” (Hidup itu Menyala / Bermanfaat bagi Sesama). Beliau mengingatkan bahwa ilmu Al-Qur’an harus menjadi cahaya yang menyalakan semangat hidup, memberi manfaat, dan menjaga api iman dalam dada anak-anak sejak dini.

Sambutan Gus Baiquni Purnomo

Sebagai pengasuh sekaligus tokoh kunci, Gus Baiquni Purnomo memberikan sambutan penuh motivasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga api Al-Qur’an dalam dada generasi muda, serta mengajak masyarakat untuk terus mendukung pendidikan Qur’ani sebagai pondasi moral bangsa.

Keceriaan dan Haru Wisuda

Santri tampil dengan tartil, Asmaul Husna, hingga tarian kreatif yang menghibur. Puncak acara adalah prosesi wisuda dan sungkeman, santri bersimpuh di kaki orang tua, memohon doa restu. Air mata bahagia mengalir, menegaskan bahwa pendidikan Qur’ani adalah buah dari kerja sama guru yang ikhlas dan orang tua yang sabar.

Seni, Tawa, dan Kreativitas

Nasyid “Mahkota Hafidz Qur’an”, puisi, dan sketsa komedi “Kyai Cilik” menghadirkan keseimbangan antara keseriusan belajar dan kegembiraan hidup. Pesan moral tetap tersampaikan dengan cara kreatif dan penuh tawa.

Pesan yang ingin disampaikan warga Durenan dengan hadirnya TPQ Al Ghofilin 7 adalah:

• Pendidikan Qur’ani adalah energi sosial, membentuk solidaritas kampung dan memperkuat ikatan keluarga.

• Guru ikhlas, orang tua sabar, kampung kompak adalah pondasi lahirnya generasi Qur’ani.

• Kreativitas dalam dakwah membuat nilai agama lebih mudah diterima dan dicintai.

• Hidup yang menyala benderang adalah hidup yang bermanfaat bagi sesama.

Penutup Syahdu

Doa bersama dan lantunan syiir Tanpo Waton menutup malam dengan damai. Warga dan tamu undangan pulang dengan hati sejuk, membawa pesan bahwa hidup adalah urup — menyala dan memberi manfaat.