ANTUSIASME WARGA RW 26 TEGALREJO JELO DALAM SOSIALISASI SAMPAH ORGANIK
- Jun 28, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
- Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Sosialisasi pengelolaan dan pengolahan sampah organik rumah tangga di RW 26 Tegalrejo Jelo menjadi bukti bahwa budaya baru pilah, olah, manfaatkan kembali bisa tumbuh dari akar komunitas. Dengan dukungan lintas pihak — PKK, Destana, UMKM, Jelo Urban Verdant Collective, dan pengurus RW/RT — warga Jelo menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat lahir dari gotong royong.
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR — Sabtu, 27 Juni 2026 menjadi hari penuh semangat bagi warga RW 26 Tegalrejo Jelo. Sejak pagi, warga berbondong‑bondong hadir di Masjid Nur Hidayah untuk mengikuti sosialisasi dan praktik pengelolaan serta pengolahan sampah organik rumah tangga. Acara ini berlangsung hangat, penuh interaksi, dan menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap gerakan lingkungan berbasis komunitas.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua RW 26 Nur Effendi bersama jajaran pengurus RW dan tim PKK RW 26. Mereka menyambut warga dengan penjelasan ringan mengenai pentingnya memilah sampah dari dapur rumah tangga. Kehadiran tim sosialisasi dari Jelo Urban Verdant Collective (JUVC) dan Tim Seven Rose PKK Kelurahan Jelo menambah kekuatan acara, dengan demonstrasi nyata penggunaan dekomposter bak tumpuk 20 liter serta aplikasi agen hayati Sumber Urup 1.0.
Dukungan dari bank sampah Gatotkaca RW 07 Jelo Jember Lor, diwakili salah satu penggerak warga, ibu Anik Sulastri juga memberikan sosialisasi tentang pengelolaan sampah non organik di warga RW 26 Jelo. Ini merupakan dukungan antar lingkungan yang salang membantu dengan asas gotong royong dan kedekatan secara lingkungan.
Tidak hanya itu, kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari Lurah Jember Lor Moh. Zaim Ilmi beserta Ibu Ketua TP PKK Kelurahan Jelo, Nursyamsida Tohari. Kehadiran mereka memberi motivasi tambahan bagi warga, sekaligus menegaskan bahwa gerakan pengelolaan sampah organik ini adalah agenda bersama, bukan sekadar inisiatif lokal.
Warga terlihat antusias mengikuti praktik langsung: mulai dari cara memasukkan sampah organik ke komposter, pencampuran bahan dengan agen hayati, hingga diskusi tentang manfaat pupuk cair hasil olahan serta pengelolaan sampah non organik dan residu. Pengurus lingkungan dan ibu‑ibu PKK pun ikut aktif berdiskusi saat praktik berlangsung, memperlihatkan bahwa gerakan ini benar‑benar berupaya melibatkan seluruh lapisan masyarakat pada tujuan kegiatan ini.
Sosialisasi di RW 26 Tegalrejo Jelo menjadi bukti bahwa budaya baru pilah, olah, manfaatkan kembali bisa tumbuh dari akar komunitas. Dengan dukungan lintas pihak — PKK, Destana, UMKM, JUVC, dan pengurus RW/RT — warga Jelo menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat lahir dari gotong royong.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Zero Waste 2026, di mana sampah rumah tangga tidak lagi dianggap beban, melainkan sumber daya yang bisa diolah untuk keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga.
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR
Dump Honjuk!
Ikuti kabar komunitas di: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | TikTok: @swara.jelo.kim.id | YouTube: Swara Jelo Jember Lor