DARI EMBER TUMPUK KE GERAKAN BESAR JELO ZERO WASTE 2026

  • Jun 13, 2026
  • Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
  • Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Bagaimana Geliat Warga Jelo Mengubah Sampah Jadi Kemandirian dan Bernilai Secara Ekonomis? Sebuah Jurnal Jelo Zero Waste 2026 Telah Tertulis dan Merekam Kegiatan ke Kegiatan dan Seluk Beluknya.

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR — Program sosialisasi dan pelatihan praktik pengelolaan sampah organik rumah tangga di Kelurahan Jember Lor terus bergulir, menyasar seluruh 27 RW secara bergilir. Dengan dukungan penuh dari PKK, Destana, Jelo Urban Verdant Collective (JUVC), serta pengurus RW/RT, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menjawab darurat sampah perkotaan.

Kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan langsung menyentuh praktik nyata. Warga diminta membawa contoh sampah organik, non‑organik, dan residu untuk latihan memilah. Dukungan hadir dari Bank Sampah Ciliwung Asri (RW 25 Wetan Kantor) dan Bank Sampah Gatotkaca (RW 7 Gang Anker, Krajan Jelo) yang aktif memperkuat ekosistem pengelolaan sampah non‑organik.

Gelombang awal telah berjalan dengan baik:
• RW 23 Wetan Kantor (11 Juni 2026)
• RW 12 Tegalrejo (12 Juni 2026)
Keduanya sukses melaksanakan sosialisasi di kalangan penggerak PKK RW. Sebelumnya, RW 11 Krajan, RW 19 Pagah, RW 13 Tegalrejo, dan RW 25 Wetan Kantor juga telah menyelesaikan sosialisasi dan praktik pengolahan sampah mandiri.

Selanjutnya, agenda akan berlanjut di:
• RW 14 Tegalrejo (14 Juni 2026)
• RW 08 Krajan (16 Juni 2026)
 Kegiatan ini akan meliputi sosialisasi sekaligus praktik langsung.

Hadir dalam pertemuan tersebut ibu‑ibu kader PKK, ketua RW, ketua RT, relawan JUVC, Destana Jelo, serta Ketua TP PKK Kelurahan Jember Lor, Ibu Nursyamsida Tohari, S.E., M.M., yang memberikan dukungan penuh agar gerakan ini menjadi budaya baru di Jember Lor.

Jurnal Komunitas
Gerakan ini menunjukkan bahwa prinsip pilah di sumber, olah di rumah, manfaatkan kembali bukan sekadar slogan, melainkan bisa menjadi rutinitas warga. Dari ember tumpuk sederhana di dapur, warga belajar bahwa sampah organik bisa diubah menjadi kompos dan pupuk cair, sementara sampah non‑organik bisa ditabung di bank sampah.

Setiap RW yang sudah melaksanakan menjadi inspirasi bagi RW lain. Pola bergilir memastikan semua lingkungan mendapat kesempatan belajar, praktik, dan berkomitmen. Kehadiran PKK dan bank sampah memperkuat ekosistem, sementara JUVC memberi dukungan teknis dan jaminan keberlanjutan.

Kini, Jember Lor sedang menapaki jalan menuju kampung urban yang mandiri, bersih, dan berdaya. Dari langkah kecil memilah sampah di rumah, lahir gerakan besar yang bisa mengubah wajah lingkungan.

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR
Dump Honjuk!
Ikuti kabar komunitas di: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | TikTok: @swara.jelo.kim.id | YouTube: Swara Jelo Jember Lor