PKK RW 19 PAGAH DAN SEBUAH IKHTIAR PENGURANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI JELO

  • Jun 11, 2026
  • Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
  • Kegiatan Jelo, Destana Tagana Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor


Gelombang Sosialisasi Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Mandiri Rumah Tangga di Jember Lor

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR — Pengelolaan sampah rumah tangga yang berhasil selalu berangkat dari prinsip paling mendasar, pilah di sumber dapur, olah di rumah, manfaatkan kembali. Prinsip sederhana itu menjadi benang merah dalam rangkaian sosialisasi dan praktik pengolahan sampah mandiri yang kini bergulir di Kelurahan Jember Lor — dan RW 19 Pagah menjadi salah satu titik yang menunjukkan bagaimana teori itu berubah jadi tindakan nyata.

Sore di Balai RW 19 Kampung Pagah terasa hidup. Ibu‑ibu kader PKK, ketua RW, ketua RT, relawan Jelo Urban Verdant Collective (JUVC), Destana Jelo, dan Ketua TP PKK Kelurahan Jember Lor Ibu Nursyamsida Tohari, S.E., M.M. serta pengurus lingkungan berkumpul bukan sekadar untuk mendengar, melainkan untuk mempraktikkan, membawa contoh sampah organik, non‑organik, dan residu; belajar memilah; merakit bak tumpuk 20 liter; dan proses meracik starter mikroorganisme lokal. Pendekatan ini sengaja dibuat praktis—agar warga yang tinggal di gang sempit dan rumah tanpa pekarangan tetap bisa mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Koordinasi pelaksanaan dibuat efisien, fokus per‑lingkungan satu RW dulu, lalu bergilir ke RW berikutnya sehingga pendampingan teknis dapat maksimal. Seperti yang disepakati tim pelaksana, komunikasi penjadwalan difokuskan melalui tim relawan dari PKK kelurahan maupun RW agar alur koordinasi antar‑pengurus lebih terpusat. Peran PKK RW dan Tim PKK Jelo sangat menentukan; mereka menjadi penggerak sosial yang memastikan praktik ini menyentuh rumah‑rumah, bukan berhenti di balai pertemuan.

Dukungan teknis datang dari JUVC yang sejak 2015 mengelola usaha pengolahan sampah organik dan produksi kompos. JUVC tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga menawarkan jalur pengelolaan bila produksi kompos meningkat—sebuah jaminan bahwa usaha rumah tangga tidak berhenti pada praktik, melainkan berpotensi menjadi nilai ekonomi lokal melalui urban farming dan distribusi hasil pupuk padat dan cair.

Selain itu, kehadiran Bank Sampah Ciliwung Asri (RW 25 Wetan Kantor) dan Bank Sampah Gatotkaca (RW 7 Gang Anker, Krajan Jelo) memperkuat ekosistem: mereka hadir sebagai mitra penampung dan pengelola sampah non‑organik sehingga pemilahan di sumber pertama seperti dapur atau rumah, menjadi lebih bermakna secara ekonomi.

Gelombang awal program ini telah menjangkau beberapa RW dan terus dijadwalkan menyisir total 27 RW di Jember Lor. Di antara yang sudah melaksanakan sosialisasi adalah RW 11 (Krajan) dan RW 19 (Pagah), kabar baik lainnya, RW 25 (Wetan Kantor) dan RW 13 (Tegalrejo) juga telah sukses menyelenggarakan sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah mandiri. Pengalaman dari RW‑RW ini kini menjadi rujukan praktis, catatan teknis, poster panduan, dan rutinitas pemilahan yang bisa ditiru oleh lingkungan lain.

Dari setiap pertemuan muncul capaian nyata dengan ember/bak tumpuk terakit, warga mampu membuat starter dekomposer lokal, jadwal pengosongan komposter disepakati, dan ada komitmen pengurus lingkungan untuk menjadikan praktik ini bagian dari kebiasaan. Lebih penting lagi, pendekatan yang dipakai menekankan keterlibatan warga—bukan sekadar instruksi dari atas—sehingga solusi yang dihasilkan relevan dengan kondisi lokal yang vitak seperti lahan terbatas, dinamika sosial, dan kebutuhan ekonomi rumah tangga.

RW 19 dan RW‑RW lain membuktikan bahwa kunci perubahan adalah kombinasi tiga elemen, pengetahuan praktis, alat sederhana yang tepat guna, dan kesepakatan komunitas. Ketika ketiga elemen itu hadir, sampah rumah tangga berubah dari masalah menjadi peluang—untuk kebersihan lingkungan, ketahanan pekarangan, dan nilai ekonomi melalui produksi kompos serta penataan rongsok yang lebih tertib. Dengan dukungan JUVC, PKK, Bank Sampah lokal, Destana Jelo dan jejaring Swara Jelo KIM ID, langkah kecil di tiap rumah diharapkan memupuk kegiatan mengolah dan mengelola sampah menjadi perubahan besar bagi Jember Lor.

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR
Dump Honjuk!
Ikuti perkembangan jadwal, dokumentasi lapangan, dan panduan praktik: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | TikTok: @swara.jelo.kim.id | YouTube: Swara Jelo Jember Lor