Geliat Musik Kentongan Reblocker Percussion Jelo
- Feb 20, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo - Redaksi IAS
- Komunitas Jelo
Comeback di Karnaval Musik Patrol UNEJ ke 26
KIM SWARA JELO—Setelah vakum selama 11 tahun, Reblocker Percussion dari Jelo akhirnya kembali meramaikan panggung budaya. Terakhir kali tampil pada 2014, kelompok musik kentongan ini kini hadir dengan wajah baru: generasi ke-4, anak-anak muda Jelo yang meneruskan semangat pendahulu mereka.
Kembalinya Reblocker bukan sekadar nostalgia, melainkan bukti regenerasi berjalan. Dengan dentuman kentongan khas Jember, mereka membawa energi segar sekaligus menjaga identitas lokal. Latihan rutin tetap dijalankan, meski fleksibel sesuai kebutuhan acara. Bahkan, masyarakat luar bisa ikut menyaksikan latihan mereka—menjadikan Reblocker sebagai ruang terbuka bagi interaksi budaya.
Kehadiran Reblocker semakin istimewa karena mereka tampil sebagai peserta dalam Karnaval Musik Patrol UKM Kesenian Universitas Jember, sebuah festival budaya yang rutin digelar setiap bulan Ramadhan sejak tahun 2000. Karnaval ini bukan sekadar parade musik kentongan, tetapi wadah ekspresi, pelestarian tradisi, dan ajang silaturahmi lintas generasi.
Selama 26 tahun, Karnaval Musik Patrol telah menjadi program unggulan UKM Kesenian UNEJ. Bagi mahasiswa maupun masyarakat, acara ini adalah ruang untuk berkarya, berjejaring, dan menjaga eksistensi musik patrol di tengah arus modernisasi. Dengan partisipasi Reblocker Jelo, semangat warga kampung kembali berpadu dengan kreativitas kampus, memperkuat identitas Jember sebagai kota budaya di timur Jawa.