GREBEG RUMPUN BAMBU DAS REMBANGAN DI JELO
- May 05, 2026
- Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
- Destana Tagana Jelo
.jpeg)
Gotong Royong yang Membuat Lingkungan Jadi Lebih Kompak dan Aman
SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR – Selasa, 5 Mei 2026, DAS Rembangan menjadi saksi nyata semangat gotong royong warga RW 16 Jelo bersama tim gabungan dari berbagai instansi. Sekitar 30 orang hadir, terdiri dari UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang, Dinas PUPR SDA Jember, TRC BPBD Jember, Destana Tagana Jelo, Relawan Baret Rescue, Relawan WJPB Jember, serta pengurus lingkungan RW 16 Jelo dan ketua RT setempat.
Kondisi Lapangan
Pasca luapan Sungai Rembangan pada 28 Januari 2026, warga dan relawan sudah melakukan kerja bakti pembersihan bambu hanyut. Namun, bonggol bambu besar dengan akar yang masih tertanam di dasar sungai terbukti sulit ditangani. Chainsaw yang digunakan tidak efektif karena bambu memiliki struktur yang berbeda dengan kayu. Akibatnya, penanganan harus dilakukan dengan cara manual: mengurai bambu menjadi pecahan kecil. Meski tidak sepenuhnya efektif, langkah ini perlahan mulai membuka aliran sungai.
Ancaman Nyata
Ketua RW 16, Edi Wijaya menjelaskan, “Kami melihat langsung bagaimana rumpun bambu yang belum tuntas dibersihkan mulai tumbuh kembali. Jika dibiarkan, ia bisa membentuk bendung alami yang menghambat aliran sungai. Pada musim hujan, risiko banjir dan kerusakan lingkungan akan semakin besar, bahkan bisa merusak plengsengan makam RW 16 dan mengancam pemukiman warga. Karena itu, kami berharap dukungan lintas instansi agar penanganan ini benar-benar tuntas,” ujarnya
Upaya Bersama
Kerja bakti lanjutan dilakukan melibatkan warga, relawan, dan pendampingan teknis dari BPBD serta PU SDA. Dokumentasi lapangan sudah disiapkan, koordinasi dengan pengurus lingkungan berjalan, dan rekomendasi utama adalah bantuan alat yang lebih memadai serta operator terlatih. Monitoring debit sungai juga menjadi langkah penting untuk mencegah luapan berulang.
Semangat Gotong Royong
Meski penanganan rumpun bambu ini berat, semangat kebersamaan warga RW 16 bersama relawan dan instansi terkait menjadi kekuatan utama. Mereka sadar bahwa menjaga sungai bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal keselamatan kampung dan masa depan lingkungan Jember Lor.
Rumpun bambu DAS Rembangan adalah tantangan nyata, tetapi juga simbol kepedulian. Dengan kerja bersama, warga Jelo membuktikan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata. Dukungan lintas instansi diharapkan mampu menuntaskan penanganan ini sehingga risiko bencana dapat diminimalkan.
Dump Honjuk
Ikuti kabar komunitas di: swarajelo.kim.id | IG: @kimswarajelo | YouTube: Swara Jelo Jember Lor | TikTok: @swara.jelo.kim.id