Jeruk Semboro Bangkit Inovasi UMKM Jember dari Dapur ke Pasar

  • Nov 11, 2025
  • Friscilia Vita Anggraeni

KIM SWARA JELO — Pada 11 November 2025, Pondok Gaharu Cafe Tebing Botani, Sukorambi, menjadi saksi semangat baru UMKM Jember dalam pelatihan bertajuk “Kreatif Olah Jeruk, Produktif Bangun Usaha!” yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ruang kolaborasi lintas pelaku usaha untuk menggali potensi jeruk Semboro sebagai komoditas unggulan daerah.

Dipandu oleh tim Sustainability School, pelatihan ini mengangkat tantangan global seperti food loss, perubahan iklim, dan kesenjangan sosial, lalu mengaitkannya dengan solusi lokal berbasis pengolahan hasil panen. Fokus utama adalah mengubah jeruk menjadi produk bernilai tambah seperti sirup dan selai, sebagai strategi untuk mengurangi limbah pascapanen, menjaga harga saat panen melimpah, dan menyediakan alternatif sehat di pasar yang selama ini didominasi produk berbahan sintetis.

Peserta diajak memahami perbedaan teknis antara sirup dan selai. Sirup dibuat dari jus jeruk dan gula, tanpa tambahan pektin, lalu diawetkan dengan teknik hot filling yang menciptakan ruang vakum dalam botol. Sementara selai menggunakan campuran jus, daging, dan kulit jeruk, ditambah pektin, lalu diawetkan melalui metode water bath—pemanasan ganda dalam air mendidih selama 30 menit. Keduanya membutuhkan pengatur keasaman seperti jus lemon atau asam sitrat untuk menjaga pH di bawah 4.6, mencegah kontaminasi, dan mempertahankan warna alami jeruk.

UMKM yang hadir antara lain Vits Food, Alby Creation Art n Craft, Kafka Kokies, Dapur Bu’ Yun, Kreasi Bu Saleh, Eyang Roonie, Adfa Bakery, Bu Karno’s Home Kitchen, dan Rumah Kafe Jember. Mereka membawa semangat baru dalam mengolah jeruk menjadi minuman sehat, camilan, selai, hingga kriya berbasis aroma jeruk.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid Perindustrian Disperindag Jember, Neni Suharno Putri S.T, dan Kepala Disperindag Jember, Muh. Zamroni S.H., M.Si, yang menegaskan pentingnya inovasi dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM Jember tumbuh mandiri, berdaya saing, dan memperkuat identitas lokal melalui jeruk Semboro.