KETIKA JELO MELANGKAH KE LUAR BATAS KELURAHAN DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA

  • Jul 19, 2026
  • Tim Reportase KIM Swara Jelo Jember Lor
  • Kegiatan Jelo, Komunitas Jelo, Aneka Neka Jelo Jember Lor

Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Lingkungan Kebun Indah, RW 35, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates

SWARA JELO KIM ID JEMBER LOR — Sabtu sore, 18 Juli 2026, halaman Masjid An Nur di Lingkungan Kebun Indah, RW 35, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, menjadi saksi sebuah langkah kecil yang bermakna besar. Jelo Urban Verdant Collective (JUVC) menggelar Pelatihan dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik yang dihadiri antusias oleh warga setempat, pengurus RT/RW, anggota PKK, dan tokoh komunitas setempat.

Kegiatan ini bukan sekadar transfer teknik. Ia adalah pernyataan tegas bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan satu kelurahan. Dengan membawa pengalaman dan teknologi tepat guna dari Jelo, JUVC menunjukkan bahwa solusi pengelolaan sampah rumah tangga bisa direplikasi lintas wilayah di Jember.

Suasana Pelatihan
Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan sambutan singkat pengurus RW, dilanjutkan demo praktis pembuatan dan pengoperasian komposter 20 liter serta penggunaan agen hayati Sumber Urup untuk mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau. Ibu‑ibu PKK tampak antusias membawa sampah organik dari rumah untuk langsung diproses, sementara ketua RT dan pengurus lingkungan mencatat langkah‑langkah teknis untuk diterapkan di tingkat RT.

Peserta belajar langkah sederhana namun efektif: penyusunan lapisan sampah dan bahan pengisi, penyemprotan agen hayati sesuai takaran, pengelolaan lindi sebagai pupuk cair, serta tips menjaga rasio karbon‑nitrogen agar proses fermentasi berjalan optimal. Sesi tanya jawab berlangsung hangat; banyak warga yang langsung berbagi kendala dan mendapat solusi praktis dari tim JUVC.

Mengapa Ini Penting untuk Jember
Inisiatif di RW 35 membuktikan dua hal penting. Pertama, teknik pengelolaan sampah rumah tangga yang dikembangkan di Jelo dapat diadaptasi di luar wilayah asalnya. Kedua, sampah adalah persoalan bersama yang butuh kolaborasi antarkelurahan dan komunitas. Dengan menyebarkan praktik ini ke Tegal Besar, gerakan Zero Waste berpotensi meluas lebih cepat dan merata.

Kolaborasi lintas pihak — JUVC, pengurus RW/RT, PKK, dan warga — membuka peluang ekonomi sirkular: pupuk cair dan kompos untuk pekarangan warga atau urban farming, serta penguatan bank sampah untuk sampah non‑organik. Dampak jangka panjangnya: lingkungan lebih bersih, biaya pengelolaan sampah publik berkurang, dan warga mendapat manfaat langsung dari hasil olahan.

Ajakan dan Langkah Selanjutnya
Pelatihan di RW 35 Taman Gading ini adalah contoh yang bisa ditiru. Swara Jelo mengajak seluruh warga Jember untuk:
• Mencoba komposter 20L di rumah masing‑masing;
• Bergabung dengan pelatihan lanjutan yang akan diagendakan di wilayah lain;
• Menghubungkan hasil olahan organik ke bank sampah setempat agar manfaatnya terasa ekonomi.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan bekerja sama. Semoga langkah kecil ini membesar dengan semangat gotong royong — dari Jelo Patrang dan Perum Taman Gading Kebun Indah Tegal Besar Kaliwates ke seluruh penjuru Jember.

SWARA JELO KIM ID — Suara Komunitas, Suara Jelo
Ikuti dokumentasi dan jadwal pelatihan selanjutnya di kanal resmi kami.