Pohon Kokap Roboh di Belakang RS Paru Jember Lor

  • Feb 23, 2026
  • Tim Reportasi KIM Swara Jelo - Red IAS
  • Destana Tagana Jelo

Aliran Sungai Rembangan Bakal Terganggu

KIM SWARA JELO Patrang, Jember – 22 Februari 2026. Hujan deras yang disertai angin kencang pada Minggu sore menimbulkan insiden di wilayah Jember Lor. Sebuah pohon kokap atau bendo yang tumbuh di tepi Sungai Rembangan roboh dan jatuh melintang ke badan sungai, tepat di belakang RS Paru Jember. Kejadian ini menyebabkan aliran sungai terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir genangan di RW 10.  

Selain menghambat aliran sungai, robohnya pohon tersebut juga berdampak pada satu rumah warga. Atap rumah milik Pak Wagimun mengalami kerusakan setelah tertimpa cabang pohon. Hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB, dan sekitar pukul 16.00 WIB angin kencang menyebabkan pohon besar itu tumbang. Laporan segera disampaikan oleh pengurus RT 03 dan RW 10 kepada pihak kelurahan serta tim relawan.  

Pengurus RT 003 RW 010 bersama Destana Jelo, Tagana Jelo, dan relawan bencana langsung melakukan asesmen awal serta dokumentasi di lokasi kejadian. Upaya penanganan lanjutan dijadwalkan pada Senin, 23 Februari 2026, dengan kerja bakti warga RW 10 untuk memotong pohon yang melintang di sungai. Koordinasi juga dilakukan dengan Kelurahan Jember Lor, BPBD Jember, serta tim relawan bencana untuk menyediakan bantuan alat berupa chainsaw dan operator.  

Beberapa tokoh lingkungan yang terlibat dalam penanganan di antaranya Istono Asrijanto dari Destana Jelo, Edo selaku Ketua RT 03 RW 10, Laksana sebagai Ketua RW 10, serta relawan bencana Jember, Babinsa Jember Lor, dan Bhabinkamtibmas. Semangat gotong royong warga diharapkan mampu mempercepat proses penanganan dan memulihkan kondisi aliran Sungai Rembangan.