Sinergi Warga Wetan Kantor Jelo, Pulihkan Akses Jalan Warga dan Makam Umum

  • Feb 13, 2026
  • Tim Reportase SWARA JELO - Redaksi Istono IAS
  • Destana Tagana Jelo

Sinergi Warga Wetan Kantor Jelo, Pulihkan Akses Jalan Kampung Pasca Longsor Akibat Hujan Ekstrem

​KIM SWARA JELO – Semangat gotong royong membuncah di wilayah RT 004/RW 025, Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor pada Jumat pagi (13/2). Warga bersama relawan bahu-membahu membersihkan material longsor yang sempat menutup akses utama menuju makam umum dan menyumbat saluran drainase.

Dampak Curah Hujan Ekstrem

​Bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Jember sejak Kamis siang hingga malam (12/2). Data dari stasiun pengukur Kebun Kali Jompo Sukorambi mencatat curah hujan mencapai 171 mm—angka yang sangat tinggi dan menyebabkan 7 meter bidang plengsengan lahan warga ambrol pada pukul 21.00 WIB. Akibatnya, timbunan tanah dan batu menutup jalan, bahkan luapan air sempat masuk ke pemukiman warga karena drainase yang tersumbat.

Gotong Royong dan Dukungan Logistik

​Sejak pukul 07.00 WIB, warga RW 025 bersama tim DESTANA dan TAGANA Jember Lor turun ke lokasi dengan peralatan manual. Menggunakan gerobak dan sekop, mereka menyingkirkan material longsor agar aktivitas warga kembali normal.

Di tengah kerja bakti, bantuan logistik dari Dinsos Jember berupa paket sembako dan mi instan disalurkan. Bantuan ini difungsikan untuk mendukung konsumsi para relawan dan warga yang bekerja di lapangan. Juga didistribusikan bagi warga terdampak longsoran. Senyum ketangguhan tampak di wajah warga, sesuai dengan semangat "coffee, love & rokenrol" yang menjadi penyemangat di tengah musibah.

Langkah Lanjutan

​Meski akses jalan mulai terbuka, kondisi lokasi masih memerlukan penanganan permanen. Pihak DESTANA Jember Lor telah mengoordinasikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Jember, di antaranya:

• ​Perbaikan permanen pondasi plengsengan yang ambrol.

• ​Permohonan bantuan kawat bronjong untuk memperkuat struktur tanah guna mencegah longsor susulan.

​Aksi cepat tanggap ini membuktikan bahwa sinergi antara warga, pengurus lingkungan, dan relawan adalah kunci utama dalam menghadapi dampak bencana di tingkat lokal.