UMKM Jelo Kenalkan Produk Unggulan: Jamu Kunyit Asam
- Feb 05, 2026
- Tim Reportase SWARA JELO - Redaksi Istono IAS
- Komunitas Jelo
KIM SWARA JELO, 5 Februari 2026 – Upaya pengurus UMKM Jelo untuk mengangkat produk lokal agar naik kelas kini diwujudkan dengan memperkenalkan minuman tradisional jamu kunyit asam sebagai produk unggulan. Didistribusikan secara terbatas di wilayah Kelurahan Jelo, produk ini menjadi simbol kolaborasi antar UMKM yang telah melalui proses kurasi produk dan legalitas sehingga layak dipasarkan lebih luas.
Jamu kunyit asam yang diproduksi oleh Eyang Roonie dan dikemas oleh KUB (Kelompok Usaha Bersama) Sumber Rejeki Makmur Jelo (Surema) hadir dengan komposisi alami berupa air, kunyit segar, asam jawa, dan gula aren murni. Setiap botol berisi 500 ml dengan harga Rp 10.000, dan telah tercatat dengan NIB 0708230002291 sebagai produk unggulan UMKM Jember Lor. Proses pengolahan dilakukan menggunakan metode sterilisasi dan retort sederhana, sehingga minuman ini mampu bertahan lebih lama tanpa kehilangan kualitas rasa maupun khasiatnya.
Ibu Yuni, pengurus UMKM Jelo dari RW 17 Pagah Jelo, menyampaikan bahwa jamu kunyit asam bukan sekadar minuman tradisional, melainkan wujud nyata kerja sama antar pelaku usaha kecil di Jelo. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal bisa bertahan lama, berkualitas, dan siap bersaing. Dengan pengolahan sederhana namun terstandar, kami berharap masyarakat semakin percaya pada produk UMKM Jelo,” ujarnya.
Ke depan, UMKM Jelo tidak hanya berhenti pada jamu kunyit asam. Rencana produksi bumbu masak nusantara dan sambal nusantara dengan proses sterilisasi retort sudah disiapkan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas penetrasi pasar sekaligus memperkuat posisi produk lokal Jelo di tingkat regional maupun nasional.
Ini menjadi bukti bahwa UMKM Jelo, KUB SUREMA dan dukungan KIM Swara Jelo sebagai media partner promosi, komunitas di Jelo terus bergerak bersama, maju bersama, dan berkomitmen menghadirkan produk unggulan yang tidak hanya bernilai tradisi, tetapi juga memiliki daya saing modern.